Category: Commodity

Perkembangan komoditas Indonesia

  • Perusahaan Kelapa Sawit di Kawasan Bumiharjo & Sekitarnya

    Kawasan Bumiharjo sendiri merupakan bagian dari ekosistem perkebunan besar, di mana pabrik dan perkebunan seringkali beroperasi lintas batas desa.


    Analisis Perusahaan Kelapa Sawit di Kawasan Bumiharjo & Sekitarnya

    Pemain Utama CPO di Area Terdekat

    Perusahaan-perusahaan berikut memiliki konsesi lahan dan pabrik pengolahan (Pabrik Kelapa Sawit – PKS) yang operasionalnya mencakup atau sangat berdekatan dengan Desa Bumiharjo.

    1. PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group)
      • Operasi: Merupakan salah satu grup perkebunan terbesar dengan beberapa anak perusahaan yang beroperasi di Kotawaringin Barat. Mereka memiliki perkebunan inti dan plasma serta pabrik pengolahan CPO yang modern. Salah satu pabriknya, PKS Bumitama, berlokasi di Desa Bumiharjo.
      • Signifikansi: Sebagai salah satu pabrik yang berada tepat di Bumiharjo, BGA Group adalah pemain kunci, penyerap tenaga kerja lokal yang signifikan, dan kontributor utama volume CPO yang diangkut ke pelabuhan.
    2. Wilmar Group (melalui PT Sinar Alam Permai)
      • Operasi: Wilmar adalah raksasa agribisnis global. Di area Kumai dan sekitarnya (sangat dekat dengan Bumiharjo), mereka beroperasi melalui anak usahanya. Mereka tidak hanya memiliki pabrik CPO, tetapi juga fasilitas refinery (pengolahan lanjutan) dan bulking (penyimpanan) di dekat pelabuhan.
      • Signifikansi: Kehadiran Wilmar menunjukkan adanya proses hilirisasi. Mereka tidak hanya memproduksi CPO, tetapi juga mengolahnya lebih lanjut, yang berarti variasi kargo yang diangkut bisa mencakup produk turunan sawit.

    Pemain Besar Lainnya di Kotawaringin Barat (Pemasok Utama Pelabuhan)

    Meskipun tidak berlokasi tepat di Desa Bumiharjo, perusahaan-perusahaan ini adalah raksasa di Kotawaringin Barat yang seluruh hasil produksinya mengalir melalui Pelabuhan Kumai.

    • Citra Borneo Indah (CBI) Group / PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
      • Operasi: Ini adalah grup usaha lokal yang berbasis di Pangkalan Bun dan telah berkembang menjadi pemain nasional. Mereka menguasai konsesi lahan yang sangat luas dan memiliki sejumlah pabrik CPO serta fasilitas riset. Melalui PT Citra Borneo Utama Tbk, mereka juga fokus pada industri hilir.
      • Signifikansi: Sebagai “tuan rumah,” CBI Group adalah salah satu pilar utama ekonomi lokal dan pemasok volume kargo CPO terbesar ke Pelabuhan Kumai.
    • Astra Agro Lestari Tbk
      • Operasi: Sebagai salah satu perusahaan perkebunan paling terkemuka di Indonesia, Astra Agro memiliki beberapa kebun dan pabrik di Kalimantan Tengah, termasuk di Kotawaringin Barat. Mereka dikenal dengan praktik tata kelola perkebunan yang baik (Good Agricultural Practices).
      • Signifikansi: Menjadi jaminan pasokan CPO berkualitas tinggi dan berkelanjutan (sustainable), yang seringkali menjadi syarat untuk ekspor ke pasar premium seperti Eropa.

    Implikasi untuk Bisnis Pelabuhan

    Kehadiran perusahaan-perusahaan industri skala besar ini memiliki implikasi langsung:

    • Klien Utama: Perusahaan-perusahaan di atas adalah pelanggan utama (key clients) bagi jasa kepelabuhanan, terutama untuk terminal curah cair.
    • Volume Terjamin: Skala produksi mereka yang masif menjamin aliran kargo CPO dan turunannya yang stabil dan dalam volume besar.
    • Infrastruktur Pendukung: Perusahaan-perpreusan ini biasanya membangun infrastruktur pendukung sendiri atau bekerja sama dengan otoritas pelabuhan untuk membangun jalur pipa dan tangki timbun, yang mengintegrasikan pabrik mereka langsung ke fasilitas pelabuhan.
  • Muatan Dry Bulk (Curah Kering)

    Muatan Dry Bulk (Curah Kering) Merupakan muatan curah padat dalam bentuk biji-bijian, serbuk, bubuk, butiran dan sebagainya yang dalam pembuatan/pembongkaran dilakukan dengan mencurahkan muatan ke dalam palka dengan menggunakan alat-alat khusus.

    Contoh Muatan Curah Kering : biji gandum, kedelai, jagung, pasir, semen, klinker dan Padi.

  • Jumlah Sumberdaya dan Cadangan Batubara di Provinsi Jambi

    Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan batubara yang sangat melimpah, hampir mencapai 143 milliar ton sumberdaya batubara yang dimiliki, dengan cadangan sebesar 38 milliar ton.

    Jambi merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya batubarara, dimana Jumlah Sumber daya dan cadangan batu bara Jambi sendiri adalah sebagai berikut:

    • Cadangan: 1,93 miliar ton
    • Sumber daya: 5,80 miliar ton

    Sumberdaya dan Cadangan tersebut diperhitungkan berdasarkan jumlah Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar beberapa Kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu sebagai berikut :
    1. Kabupaten Batanghari, sebanyak 24 konsesi,
    2. Kabupaten Bungo, sebanyak 30 konsesi,
    3. Kabupaten Merangin, sebanyak 9 konsesi,
    4. Kabupaten Muara Jambi, sebanyak 15 konsesi,
    5. Kabupaten Sarolangun, sebanyak 39 konsesi,
    6. Kabupaten Tebo, sebanyak 30 konsesi,
    7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebanyak 5 konsesi,

  • Cadangan Batubara di Indonesia

    Total cadangan batubara Indonesia tahun 2021 mencapai 38,8 miliar ton. Selain cadangan batubara, masih ada juga sumberdaya batubara yang tercatat sebesar 143,7 miliar ton. Dengan rata-rata produksi batubara sebesar 600 juta ton per tahun, maka umur cadangan batubara Indonesia masih 65 tahun apabila diasumsikan tidak ada temuan cadangan baru, sebagian besar ada di Kalimantan dan Sumatera.

    Kalimantan menyimpan 62,1 persen dari total potensi cadangan dan sumberdaya batubara terbesar di Indonesia. Artinya, cadangan batubara di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Kalimantan. Pulau tersebut memiliki 88,31 miliar ton sumberdaya batubara dan 25,84 miliar ton cadangan batubara.

    Selain Kalimantan, batubara banyak terdapat di Pulau Sumatera. Pulau tersebut punya potensi tinggi dengan 55,08 miliar ton sumberdaya batu bara dan 12,96 miliar ton cadangan batubara.

    Adapun berdasarkan Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2020, daerah dengan cadangan batubara terbesar di Indonesia adalah berurutansebagai berikut:

    1. Kalimantan Timur,
    2. Sumatera Selatan,
    3. Kalimantan Selatan,
    4. Kalimantan Tengah,
    5. Jambi,
    6. Kalimantan Utara,
    7. Aceh,
    8. Riau,
    9. Bengkulu,
    10. Sumatera Barat.